MULAI LAGI

Mulai lagi deh…. mulai… mulai…
kejadian seperti ini sudah lumrah terlihat dan kitapun sudah maklum sekaligus muak melihat semua ini, meskipun cuma lima tahun sekali.
Para calon calon Kepala pemerintahan daerah dan calon anggota legislatif berlomba lomba tebar pesona menarik simpati rakyat.

Mereka, orang orang itu pada saat seperti ini, begitu baik dan perhatiannya terhadap rakyat kecil.
Tukang becek,tukang ojek, pedagang kaki lima, petani,masyarakat miskin baik yang berada di pedesaan maupun yang berada di pinggiran kota, menjadi sasaran empuk kampanye mereka.
Mereka, orang orang itu begitu perhatian dan dengan mudahnya mengumbar janji janji manis.
Menaiki becak dan ojek pada saat kampanye atau minta dukungan, memasuki perkampungan perkampungan kumuh dan pasar pasar tradisional yang becek,bahkan mau makan nasi aking , mencium bau lumpur di persawahan, mereka lakukan demi menarik simpati rakyat.
sungguh perilaku yang sangat baik, mau meraskan penderitaan rakyat kecil, mau menampung aspirasi masyarakat bawah, akan memperjuangkan nasib rakyat,memperjuangkan  dan dengan penuh percaya dirinya orang orang itu menawarkan pendidikan dan kesehatan gratis.

Tapi semua itu akan berbalik dan tak terbukti ketika orang orang itu terpilih sebagai pejabat dan pemimpin daerah.
Perhatian yang dulu penuh kini hanya dipandang sebelah mata,orang orang miskin dianggap persoalan biasa, pedagang kaki lima dan pasar pasar tradisional tak ubahnya tumpukan sampah yang bau, yang harus segera disingkirkan dan dibersihkan, dianggap mengganggu pemandangan oleh orang orang itu.Tukang becak dan ojek harus disingkirkan dari pinggir jalan karena mengganggu  arus lalu lintas,sungguh amat bertolak belakang.
 
Membaca tulisan di atas, jelas sekali telah terjadi pengingkaran dan kebohongan yang di lakukan orang orang itu, tapi hal ini terus tejadi dan terus terjadi,ada apa dengan bangsa ini ? apakah bangsa ini adalah bangsa pembohong dan pengingkar, atau bangsa ini adalah bangsa yang bodoh, bangsa yang mudah di bohongi ? jawabnya tentu kembali kepada keyakinan kita masing masing, apakah kita cukup pintar, percaya dan yakin akan ketulusan orang orang itu untuk mengabdi membangun negeri ini, atau kita adalah sosok yang pasrah, nerimo dan tak mau tau, atau sosok yang hanya memikirkan diri sendiri, toh siapa pun yang terpilih tidak akan berpengaruh pada kehidupan kita, tukang becak, tetap tukang becak, pengemis, tetap jadi pengemis, pegawai negeri tetaplah pegawai.

Tapi inilah realita kehidupan,.. mereka, orang orang itu berburu kursi seperti hal nya berburu pekerjaan di bursa kerja, maklum, mungkin sebagian dari mereka adalah orang  yang benar benar masih pengangguran dan butuh pekerjaan,  padehal belum jadi saja mereka sudah menghabiskan uang rakyat milyaran rupiah untuk biaya renovasi dan penambahan fasilitas.karena Ternyata, renovasi dilakukan bukan untuk fasilitas anggota DPR yang sekarang melainkan untuk persiapan bagi anggota DPR periode mendatang, di mana akan ada pertambahan jumlah anggota Dewan pada pemilu menadatang. Jadi alih alih akan menyelesaikan masalah dinegeri , belum belum meraka sudah menuai masalah, apa tidak mungkin nantinya mereka menyelesaikan suatau masalah di negeri ini, justru dengan masalah baru…?…Dan kita hanya dan baru bisa menyaksikan semua itu dengan perasaan miris, apa yang bisa kita lakukan  kawan…?
yah.. kita lihat saja nanti..

Saya dan kita semua berharap apa yang sudah dimulai dengan baik, akan berakhir dengan baik pula.. paling tidak kita masih punya harapan….

Saya juga turut berduka atas musibah yang menimpa saudara saudar kita yang sedang tertimpa bencana tanah longsor dan banjir…
Semoga semuanya tetap di berikan kekuatan dan mendapat penyelesaian yang baik, dan menuju masa depan yang lebih baik

One response to “MULAI LAGI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s